Manajemen Kesehatan Berbasis Komunitas Menuju RW Bebas DBD di Kelurahan Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan
DOI:
https://doi.org/10.33753/ijse.v7i2.281Keywords:
health management; social marketing; hr; dengue fever; larvae-monitoring volunteersAbstract
Dengue fever in urban neighborhoods such as RW 015 Bukit Nusa Indah, Serua Village, Ciputat, South Tangerang City, remains a recurring environmental health issue even though larvae-monitoring volunteers are already present in all six sub-neighborhoods in the area. The effectiveness of the existing program has been constrained by managerial issues, including dependence on a single active figure, administrative reporting without strategic follow-up, high volunteer turnover caused by burnout, and the absence of standard procedures for grassroots health human-resource management. This community service activity aims to build the independence of RW 015 Bukit Nusa Indah in reducing dengue cases through a modern management approach that integrates human-resource strengthening and social marketing. The method consisted of five stages: stakeholder initiation and advocacy, organizational diagnosis and volunteer capacity mapping, capacity intervention through management and creative-marketing training, guided implementation with digitalization of the reporting system, and monitoring and evaluation for sustainability. The activity was carried out on 11 to 12 April 2026 at Posyandu Kartini RW 015 and attended by approximately 40 residents together with volunteers from six sub-neighborhoods. The results show increased understanding among participants of the volunteers' managerial roles, marked by an agreed restructuring of duties into an Operational Coordinator, a Data Manager, and a Community Relations Spokesperson, and by the introduction of a digital reporting system and social-marketing strategies such as area branding and inter-neighborhood gamification. This activity contributes a more structured, data-driven, and sustainable environmental health governance framework, along with a recommendation for continuity through formal legalization of a neighborhood regulation.
Abstrak
Demam berdarah di lingkungan perkotaan seperti RW 015 Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, masih menjadi persoalan kesehatan lingkungan yang berulang, meskipun relawan pemantau jentik telah tersedia di keenam Rukun Tetangga di wilayah tersebut. Selama ini efektivitas program dinilai terkendala oleh persoalan manajerial, antara lain ketergantungan pada figur tertentu, pelaporan yang bersifat administratif tanpa tindak lanjut strategis, tingginya pergantian relawan akibat kelelahan, serta ketiadaan standar baku dalam pengelolaan sumber daya manusia kesehatan di tingkat akar rumput. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mewujudkan kemandirian RW 015 Bukit Nusa Indah dalam menekan angka kasus demam berdarah melalui pendekatan manajemen modern yang mengintegrasikan penguatan sumber daya manusia dan pemasaran sosial. Metode pelaksanaan mencakup lima tahap, yaitu inisiasi dan advokasi pemangku kepentingan, diagnosa organisasi dan pemetaan kapasitas relawan, intervensi kapasitas melalui pelatihan manajemen sumber daya manusia dan pemasaran kreatif, implementasi terpandu disertai digitalisasi sistem pelaporan, serta pemantauan dan evaluasi keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan pada 11 sampai 12 April 2026 di Posyandu Kartini RW 015 dan diikuti kurang lebih 40 warga beserta relawan pemantau jentik dari enam Rukun Tetangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap peran manajerial relawan, ditandai dengan disepakatinya restrukturisasi tugas menjadi Koordinator Operasional, Manajer Data, dan Juru Bicara Hubungan Warga, serta diperkenalkannya sistem pelaporan digital dan strategi pemasaran sosial berupa branding wilayah dan gamifikasi antar-Rukun Tetangga. Kegiatan ini memberikan kontribusi berupa terbentuknya kerangka tata kelola kesehatan lingkungan yang lebih terstruktur, berorientasi data, dan berkelanjutan di tingkat Rukun Warga, disertai rekomendasi keberlanjutan melalui legalisasi peraturan tingkat Rukun Warga.
Kata Kunci: manajemen kesehatan; pemasaran sosial; sdm; dbd; kader jumantik
Downloads
References
Adnan, B. A. (2019). Peran Kader Jumantik Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Kelurahan Tebet Timur Tahun 2019. JUKMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(2), 204–2018. https://doi.org/https://doi.org/10.52643/jukmas.v3i2.609.
Bistara, D. N., Setiawan, A. H., Ikwan, M., Savitri, A. D., & Susanti, S. (2025). Optimalisasi manajemen diabetes mellitus melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas dan pendekatan spiritual. Community Development in Health Journal, 92-104. DOI: https://doi.org/10.37036/cdhj.v3i2.639.
Dessler, G. (2020). Human resource management (16th ed.). Boston: Pearson.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus. https://ayosehat.kemkes.go.id/.
Kotler, P., & Lee, N. R. (2019). Social marketing: Behavior change for social good (6th ed.). Thousand Oaks, California: SAGE Publications.
Kusumaratna, R. K., Alam, M. N. M., Supriyadi, A., & Suriyani, S. (2023). Peningkatan Kapasitas dan Penguatan Sistem Pelaporan Juru Pemantau Jentik dalam Penerapan “1 Rumah 1 Jumantik” di Komunitas: Era Adaptasi Baru Covid-19. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara, 7(1), 204–218. https://doi.org/10.29407/ja.v7i1.18089.
Kusumawati, D. A., Nugrahini, D. E., & Purnamasari, V. (2025). Penguatan Kinerja melalui Pelatihan Pengelolaan SDM pada Karang Taruna Kelurahan Krobokan. Yumary: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 307–316. https://doi.org/10.35912/yumary.v6i2.4321.
Mangkunegara, A. P. (2017). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Putri, Y. S., Santoso, H., & Jamil, N. (2026). Model Pendidikan Kesehatan Mental Berbasis Komunitas bagi Remaja di Kota Mataram. UNITY: Journal of Community Service, 2(2), 45-51. DOI: https://doi.org/10.70716/unity.v2i2.378.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2021). Organizational behavior (18th ed.). New York: Pearson Education.
Subarno, A., Koesuma, S., & Sukatiman, S. (2025). Integrating Environmental Health into Disaster-Resilient Villages: Strategies, Challenges, and Solutions in Surakarta, Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(1), 60–68. https://doi.org/10.20473/jkl.v17i1.2025.60-68.
Sulistyawati, S., Astuti, F. D., Umniyati, S. R., Satoto, T. B. T., Lazuardi, L., Nilsson, M., Rocklöv, J., Andersson, C., & Holmner, Å. (2019). Dengue vector control through community empowerment: Lessons learned from a community-based study in Yogyakarta, Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(6), 1013. https://doi.org/10.3390/ijerph16061013.
Sulistyawati, S., Mulasari, S. A., & Sukesi, T. W. (2020). Understanding community involvement on dengue prevention in Sleman, Indonesia: A free listing approach. Journal of UOEH, 42(3), 231–236. https://doi.org/10.7888/juoeh.42.231.
Tjahyadi, R., Magdalena, N., & Vina, L. (2022). Pengaruh Kampanye Pemasaran Sosial pada Niat Perubahan Perilaku Masyarakat: Demografi sebagai Variabel Moderasi. Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS), 4(2), 390–396. https://doi.org/10.47065/ekuitas.v4i2.2469.
Widyantoro, W., Nurjazuli, N., & Hanani, Y. (2021). Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Masyarakat di Indonesia: Systematic Review. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal), 10(3), 191–199. https://doi.org/10.33221/jikm.v10i03.1008.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










